Beranda | Artikel
Keutamaan dan Tata Cara Istigfar
1 hari lalu

Istigfar adalah memohon maghfirah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa itu maghfirah? Maghfirah adalah ampunan untuk dosa sekaligus menutup dosa tersebut, di dunia maupun di akhirat. Sehingga bisa dikatakan bahwa istigfar merupakan permohonan ampunan kepada Allah agar dosa kita dihapuskan dan ditutupi sehingga tertutuplah dosa tersebut dan terhapuslah hukuman atas dosa tersebut.

Istigfar merupakan suatu perbuatan yang diperintahkan oleh Allah terhadap hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Memohon ampunlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Muzammil: 20)

Allah juga menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang beristigfar. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءاً أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُوراً رَحِيماً

“Barangsiapa yang melakukan keburukan atau menzalimi dirinya sendiri, lalu memohon ampun kepada Allah, dia akan jumpai Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 110)

Mengapa kita perlu beristigfar?

Setelah kita ketahui bahwa istigfar merupakan hal yang diperintahkan, lalu apa alasan mengapa kita harus sering beristigfar? Di antara alasannya adalah:

Manusia itu tempat salah dan dosa

Alasan pertama mengapa kita perlu istigfar adalah karena kita sebagai manusia pasti tak luput dari dosa. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari kesalahan. Setiap hari, seorang manusia pasti melakukan kesalahan dan dosa walaupun hanya sebuah dosa kecil. Bahkan seorang Nabi pun seperti Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan kesalahan hingga Allah berikan teguran dalam Al-Qur’an.

Oleh karena itu, seorang muslim seharusnya rutin beristigfar karena banyaknya salah dan dosa yang dikerjakan. Seorang muslim sejati bukanlah orang yang tidak berbuat dosa sama sekali; akan tetapi, mereka yang langsung bertobat ketika melakukan kesalahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل ابن آدم خطاء، وخير الخطائين التوابون

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang-orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertobat.” (HR. Tirmidzi)

Allah memerintahkan kita untuk beristigfar

Alasan lain mengapa istigfar merupakan amalan yang sepatutnya seorang muslim perbanyak adalah karena hal tersebut merupakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla. Allah memerintahkan kita untuk beristigfar. Allah Ta’ala berfirman,

وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 103)

Allah Ta’ala juga berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

“Sesungguhnya aku (Nuh) berkata, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia Maha Pengampun.’” (QS. Nuh: 10)

Rasulullah rutin beristigfar setiap hari

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia yang paling sempurna. Tentunya beliau merupakan manusia yang paling sedikit salahnya. Ketika beliau melakukan kesalahan, pastinya Allah akan langsung menegur dan membimbing beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walaupun demikian, beliau merupakan seorang yang rutin beristigfar bahkan tidak kurang dari 70 kali setiap harinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والله إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة

“Demi Allah, sesungguhnya aku memhon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, sebagai umat Islam yang sepatutnya menjadikan beliau sebagai teladan, seharusnya kita juga mengikuti beliau untuk rajin beristigfar. Apalagi kondisi kita yang tentunya lebih banyak salah dan dosa sehingga selayaknya kita lebih banyak beristigfar.

Baca juga: Buah Manis Istigfar

Keutamaan istigfar

Istigfar memiliki beberapa keutamaan. Di antara keutamaan istigfar adalah:

Sebab diampuninya dosa dan dihapuskan kejelekan

Keutamaan yang paling utama dari istigfar tentunya adalah diampuni dosa dan juga dihapusnya kejelekan kita. Beristigfar merupakan salah satu sebab utama agar dosa kita diampuni. Hal tersebut berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءاً أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُوراً رَحِيماً

“Barangsiapa yang melakukan keburukan atau menzalimi dirinya sendiri, lalu memohon ampun kepada Allah, dia akan jumpai Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 110)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

يا ابن آدم ، إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك ما كان منك ولا أبالي ، يا ابن آدم ، لو بلغت ذنوبك عنان السماء ، ثم استغفرتني غفرت

“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan di langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.” (HR. Tirmidzi)

Mencegah hukuman dari Allah

Keutamaan lain dari istigfar selanjutnya merupakan kelanjutan dari sebelumnya, yaitu dicegah dari hukuman. Ketika seseorang beristigfar dan bertobat dengan sebenar-benarnya, dosanya akan diampuni dan Allah pun tidak akan menghukumnya ataupun memberikan azab baginya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Tidaklah Allah memberikan azab kepada mereka, selama mereka memohon ampunan” (QS. Al-Anfal: 33)

Sebab datangnya rezeki

Selain berhubungan dengan ampunan dari dosa dan hilangnya azab dan hukuman, istigfar juga memiliki keutamaan lain. Di antaranya adalah istigfar menjadi sebab datangnya rezeki dan sebab lapangnya dari kesulitan. Hal tersebut sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalllallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

من لزم الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجًا ومن كل ضيق مخرجًا ورزقه من حيث لا يحتسب

“Barangsiapa yang merutinkan istigfar, maka akan Allah jadikan baginya jalan keluar dari segala kesulitan, kelapangan dari segala kesempitan, dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)

Sebab turunnya hujan dan datangnya pertolongan

Keutamaan lain dari istigfar adalah sebab turunnya hujan dan juga datangnya pertolongan. Pertolongan yang dimaksud bisa berupa harta, keturunan, tumbuhnya pepohonan, dan melimpahnya air. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang Nabi Nuh ‘alaihissalam,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ  يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

“Maka aku (Nuh) berkata, ‘Mohon ampunlah kalian kepada tuhan kalian, sesungguhnya Ia adalah Zat yang Maha Pengampun. Ia akan turunkan hujan yang lebat dari langit bagi kalian, memperbanyak harta dan anak-anak bagi kalian, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai bagi kalian.’” (QS. Nuh: 10-12)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ

“Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” (QS. Hud: 52)

Bagaimana cara beristigfar?

Setelah kita ketahui tentang istigfar, mengapa kita perlu beristigfar, keutamaan-keutamaan istigfar, lalu bagaimana cara kita beristigfar? Istigfar bisa dilakukan dengan mengucapkan lafaz-lafaz istigfar yang mengandung makna meminta ampunan. Bisa menggunakan lafaz astaghfirullah; atau astaghfirullah wa atuubu ilaih; dan juga lafadz istigfar lainnya yang bisa digunakan.

Di antara lafaz istigfar yang bisa diucapkan adalah doa sayyidul istigfar, yaitu,

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘tu, a‘uudzu bika min syarri maa ṣhana‘tu, abuu’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abuu’u bidzanbii, faghfir lii, fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji dan perjanjian kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari)

Selain itu, ada juga lafaz istigfar yang lain, yaitu,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal‘azhiim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyuul qayyuumu wa atuubu ilaih

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.” (HR. Tirmidzi)

Kesimpulan

Kita merupakan manusia yang merupakan tempatnya salah dan dosa. Sepatutnya kita merutinkan istigfar setiap harinya, sebagaimana Rasulullah pun rutin beristigfar hingga tidak kurang dari 100 kali dalam setiap harinya. Selain menghapus kesalahan dan dosa, istigfar ternyata memiliki keutamaan lain sehingga menjadikan istigfar merupakan amalan yang jangan sampai kita -sebagai seorang muslim- tinggalkan atau hanya melakukan sedikit saja.

Baca juga: Doa “Sayyidul Istigfar”

***

Penulis: Firdian Ikhwansyah

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:


Artikel asli: https://muslim.or.id/108633-keutamaan-dan-tata-cara-istigfar.html