Beranda | Artikel
Teks Khotbah Jumat: Bulan Syakban, Bulan Latihan
11 jam lalu

Khotbah pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ المُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِيْنِ

قال الله تعالى فى كتابه الكريم

يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

أما بعد

Para jemaah rahimakumullah!

Segala puji bagi Allah ﷻ yang mengedarkan waktu sehingga kita mendapati momentum beramal. Allah ﷻ menjadikan bulan-bulan di setiap tahunnya seperti kebun-kebun amal yang berbeda hasil panennya. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Tentulah kita perlu mensyukurinya dengan bertakwa kepada Allah ﷻ dan menyuburkan tanaman kita di setiap bulannya dengan amalan sesuai sunah Nabi ﷺ.

Bulan Syakban, bulan yang terlalaikan

Para jemaah rahimakumullah!

Alhamdulillah, sesaat lagi kita akan bertemu dengan bulan penuh berkah, bulan Ramadan. Kurang dari sebulan lagi kita akan bertemu dengan bulan pelipat ganda pahala. Sebelumnya juga kita sudah melewati sebuah bulan istimewa, syahrul haram, bulan Rajab. Artinya, kita baru saja melewati bulan dimana sangat ditekankan amal saleh dan keburukan maksiat sangat ditentang.

Dan kini, kita berdiri di sebuah bulan yang kata Nabi ﷺ adalah bulan yang sering terlalaikan. Beliau mengatakan,

ذلك شهرٌ يغفَلُ النَّاسُ عنه بين رجب ورمضانَ

“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan.” (HR. An-Nasai no. 2357)

Padahal di dalamnya terdapat banyak keutamaan yang sekiranya dapat membuat kita semangat untuk menjalankannya. Para ulama terdahulu, termasuk Nabi kita ﷺ dan para sahabatnya pun, bersemangat beramal di bulan ini.

Setidaknya ada tiga alasan yang bisa kita sampaikan di hari ini.

Pertama, ini adalah bulan yang dilalaikan manusia. Seseorang yang beramal di waktu yang dilalaikan manusia, maka dia akan mendapatkan pahala yang lebih besar. Sebagaimana hal ini diterangkan oleh Ibnu Rajab rahimahullah bahwa Allah ﷻ senang dengan hamba yang mengingat diri-Nya di kala orang lain lalai. Tidakkah salat sunah yang paling dicintai adalah salat malam ketika orang lain tertidur? Bukankah para sahabat awal itu dipuji karena mereka beriman tatkala manusia lalai?

Juga ada hikmah beramal di momentum yang dilalaikan ini [1]:

1) Ibadahnya bisa lebih tersembunyi, sebab tidak ada yang sadar bahwa ini adalah bulannya banyak berpuasa, sehingga dapat lebih ikhlas dan lebih tersembunyi.

2) Melaksanakan ibadah lebih berat dan ini menjadi sebab bertambahnya pahala. Karena ganjaran itu sesuai dengan beratnya usaha melaksanakan

3) Termasuk pula ke dalam sabda Nabi ﷺ, yakni orang yang beramal di zaman keterasingan syariat dan sunah, maka pahalanya 50x lipat amalan para sahabat umumnya.

Kedua, karena di bulan ini amalan diangkat. Itulah sebab Nabi ﷺ memperbanyak amal, khususnya puasa. Nabi ﷺ bersabda,

وهو شهرٌ تُرفعُ فيه الأعمالُ إلى ربِّ العالمين، وأُحِبُّ أن يُرفَعَ عملي وأنا صائمٌ

“Syakban adalah bulan diangkatnya amal kepada Allah yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasai no. 2357)

Karena kedudukan orang yang berpuasa begitu tinggi dan dicintai Allah ﷻ, maka hendaknya kita berusaha demikian. Tidakkah anda pernah mengalami diundang pejabat tinggi atau lamaran, lalu pejabat atau calon mertua sangat suka melihat anda datang dalam keadaan bersetelan kemeja? Tentu anda akan mengusahakannya demi mendapatkan rida orang tersebut. Jika dalam masalah duniawi ini masuk akal, maka lebih layak dan pantas kita lakukan kepada Allah ﷻ yang memang mencintai para pelaku puasa. Apalagi ini sudah dibuktikan oleh Nabi ﷺ dan beliau yang memerintahkannya, sang kekasih Ilahi Rabbi.

Ketiga, ini adalah bulan latihan. Alasan Nabi ﷺ memperbanyak puasa di bulan Syakban selain yang telah disebutkan karena beliau suka diangkat amalnya dalam keadaan berpuasa, adalah karena ini persiapan menuju Ramadan. Ibnu Rajab rahimahullah nukilkan bahwa para ulama dan orang saleh terdahulu menjadikan bulan Syakban sebagai momentum memperbanyak amal seperti puasa dan juga membaca Al-Quran dalam rangka mempersiapkan bulan Ramadan.

Sebagaimana seorang atlet ketika mempersiapkan olimpiade, ia meningkatkan intensitas latihannya di bulan-bulan sebelum pertandingan. Dan memberi jeda sejenak untuk fisiknya fit dengan libur 1-2 hari sebelum pertandingan. Dan inilah syariat kita. Nabi ﷺ melarang seseorang berpuasa di 1-2 hari sebelum Ramadan karena ini adalah hari syak (yang meragukan) dan agar puasanya tidak bercampur (dengan puasa bulan Ramadan).

Namun, yang kita ambil adalah bahwa Nabi ﷺ menggetolkan amalannya, khususnya puasa, bahkan lebih banyak daripada puasa di bulan Al-Muharram yang merupakan bulan haram dan juga disyariatkan memperbanyak berpuasa sunah. Begitupula orang saleh terdahulu, mereka menggelari bulan Syakban sebagai bulan Al-Quran.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah kedua

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى على محمد وعلى آله وأصحابه وأخوانه

Jemaah rahimakumullah!

Abu Bakr Al Balkhi berkata,

شهر رجب شهر الزرع ، وشهر شعبان شهر سَقِيَ الزرع ، وشهر رمضان شهر حصادِ الزرع

“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Syakban saatnya menyiram tanaman; dan bulan Ramadan saatnya menuai hasil.”

Sehingga siapa saja yang ingin meraih panen yang istimewa di bulan Ramadan, hendaklah ia menanam dan menyemai di bulan sebelumnya. Rajab sudah terlewat, tetapi tidak ada kata terlambat untuk bersiap menanam dan menyiram di bulan Syakban. Marilah kita memperbanyak bacaan Al-Quran, puasa, dan latih diri untuk salat malam. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-Nya yang beruntung di bulan Syakban serta mendapatkan ampunan di bulan Ramadan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطل وارزقنا اجتنابه

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

و الحمد لله رب العالمين

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Akhirud da’wa ‘anilhamdulillahi rabbil ‘alamin.

و اقمِ الصلا

Baca juga: Teks Khotbah Jumat: Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban

***

Penulis: Glenshah Fauzi 

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1[ Lathaiful Maarif, hal. 130-131.


Artikel asli: https://muslim.or.id/111880-teks-khotbah-jumat-syakban-bulan-latihan.html