Beranda | Artikel
Mengenal Cincin Rasulullah
19 jam lalu

Tahukah Anda bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenakan cincin? Pernahkah terpikirkan cincin seperti apa yang Rasulullah kenakan? Mari kita pelajari tentang cincin Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pada artikel ini.

Alasan Rasulullah mengenakan cincin

Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan dalam kitab Syarah Syamail Nabi bahwa Rasulullah baru sering mengenakan cincin pada akhir-akhir masa setelah hijrahnya Rasulullah ke Madinah, tepatnya pada akhir tahun ke-6 setelah hijrah.

Mengapa Rasulullah mengenakan cincin pada tahun-tahun tersebut? Pada waktu itu, Islam sudah mulai berkembang dan akan memulai berdakwah kepada wilayah kerajaan di sekitar jazirah Arab. Oleh karena itu, Rasulullah pun mengirim surat kepada para Raja yang ada di sekitar, seperti Raja Romawi Bizantium dan juga Raja Persia. Hal tersebut bertujuan untuk mendakwahi pimpinan suatu kaum; karena jika pemimpinnya bisa menerima dakwah, maka rakyatnya pun akan mengikuti.

Ternyata, agar surat yang Rasulullah tulis kepada para raja yang ada di sekitar Arab tersebut dibaca, maka diperlukan stempel. Cincin pada waktu itu juga befungsi sebagai stempel, sehingga para raja yang menerima surat tersebut mau membaca surat dari Rasulullah. Oleh karena itu, Rasulullah pun mengenakan cincin sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ إِلَى كِسْرَى وَقَيْصَرَ وَالنَّجَاشِيِّ، فَقِيلَ لَهُ‏:‏ إِنَّهُمْ لا يَقْبَلُونَ كِتَابًا، إِلا بِخَاتَمٍ، فَصَاغَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، خَاتَمًا حَلْقَتُهُ فِضَّةٌ، وَنُقِشَ فِيهِ‏:‏ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat kepada Kisra, Kaisar, dan Najasyi. Kemudian dikatakan kepada beliau, ‘Sesungguhnya mereka tidak menerima surat kecuali dengan stempel.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah cincin yang lingkarannya terbuat dari perak dan diukir padanya: ‘Muhammad Rasulullah’.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis lain juga disebutkan,

لَمَّا أَرَادَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الْعَجَمِ قِيلَ لَهُ‏:‏ إِنَّ الْعَجَمَ لا يَقْبَلُونَ إِلا كِتَابًا عَلَيْهِ خَاتَمٌ، فَاصْطَنَعَ خَاتَمًا، فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي كَفِّهِ

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat kepada orang-orang non-Arab, dikatakan kepada beliau, ‘Sesungguhnya orang-orang non-Arab tidak menerima surat kecuali surat yang dibubuhi stempel.’ Maka beliau membuat sebuah cincin. Seakan-akan aku masih melihat putihnya cincin tersebut di telapak tangan beliau.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadis-hadis tentang Rasulullah mengenakan cincin ini, Syekh Abdurrazaq mengatakan bahwa para ulama merinci tentang hukum mengenakan cincin. Jika mengenakan cincin tersebut dikarenakan adanya hajat seperti yang dialami oleh Rasulullah atau semisalnya, maka hukumnya sunah. Adapun jika menggunakan cincin tanpa adanya hajat khusus, maka hukumnya mubah.

Baca juga: Surat Rasulullah Kepada Heraklius

Bahan cincin Rasulullah

Cincin bisa terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari emas yang tentunya haram bagi laki-laki, perak, hingga bahan lainnya. Lalu, cincin Rasulullah terbuat dari apa?

Cincin tersebut terbuat dari perak sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai hadis berikut. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كَانَ خَاتَمُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ وَرِقٍ، وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا

“Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, sedangkan mata cincinnya berasal dari Habasyah.” (HR. Tirmidzi)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ، فَكَانَ يَخْتِمُ بِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah cincin dari perak. Beliau menggunakannya untuk membubuhkan stempel.” (HR. Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ فِضَّةٍ، فَصُّهُ مِنْهُ

“Cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya juga berasal dari perak.” (HR. Tirmidzi)

Ukiran pada cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Tujuan Rasulullah mengenakan cincin tentunya sebagai stempel yang pastinya ada ukiran pada mata cincin yang dikenakan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, apa tulisan yang terukir pada cincin tersebut?

Tulisan yang terukir pada cincin tersebut adalah Muhammad Rasulullah sebagaimana dalam hadis,

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ إِلَى كِسْرَى وَقَيْصَرَ وَالنَّجَاشِيِّ، فَقِيلَ لَهُ‏:‏ إِنَّهُمْ لا يَقْبَلُونَ كِتَابًا، إِلا بِخَاتَمٍ، فَصَاغَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، خَاتَمًا حَلْقَتُهُ فِضَّةٌ، وَنُقِشَ فِيهِ‏:‏ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat kepada Kisra, Kaisar, dan Najasyi. Kemudian dikatakan kepada beliau, ‘Sesungguhnya mereka tidak menerima surat kecuali dengan stempel.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah cincin yang lingkarannya terbuat dari perak dan diukir padanya: ‘Muhammad Rasulullah’.” (HR. Tirmidzi)

Lalu, bagaimana ukiran tulisan “Muhammad Rasulullah” yang terukir pada cincin Rasulullah? Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata,

كَانَ نَقْشُ خَاتَمِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مُحَمَّدٌ سَطْرٌ، وَرَسُولٌ سَطْرٌ، وَاللهُ سَطْرٌ

“Tulisan yang terukir pada cincin Rasulullah ﷺ adalah: ‘Muhammad’ satu baris, ‘Rasul’ satu baris, dan ‘Allah’ satu baris.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadis di atas, kita bisa simpulkan bahwa tulisan “Muhammad Rasulullah” pada cincin tersebut terukir pada tiga baris tulisan, yaitu محمد pada baris pertama, رسول pada baris kedua, dan الله pada baris ketiga.

Rasulullah melepas cincin ketika buang hajat

Ketika Rasulullah memasuki tempat buang hajat, beliau melepaskan cincinnya, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis,

أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم كان إذا دخل الخلاءَ وضع خاتَمَهُ. وإنما وضعَه لأنه كان عليه: مُحَمَّدٌ رسولُ اللهِ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki tempat buang hajat, beliau melepas cincinnya, dikarenakan padanya terdapat tulisan: Muhammad Rasulullah.” (HR. Abu Dawud)

Dari hadis ini kita bisa lihat bahwa Rasulullah melepaskan cincin beliau ketika memasuki tempat buang hajat. Akan tetapi, bukan berarti kita harus melepas cincin ketika ingin buang hajat. Alasan Rasulullah melepas cincin bukan karena cincinnya, tetapi karena adanya tulisan Muhammad Rasulullah.

Cincin Rasulullah setelah wafatnya beliau

Setelah Rasulullah wafat, kemanakah cincin yang dikenakan Rasulullah tersebut? Hal tersebut disebutkan dalam sebuah hadis,

كَانَ خَاتَمُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِهِ، وَفِي يَدِ أَبِي بَكْرٍ بَعْدَهُ، وَفِي يَدِ عُمَرَ بَعْدَ أَبِي بَكْرٍ، فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ جَلَسَ عَلَى بِئْرِ أَرِيسَ، قَالَ: فَأَخْرَجَ الْخَاتَمَ فَجَعَلَ يَعْبَثُ بِهِ فَسَقَطَ، قَالَ: فَاخْتَلَفْنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مَعَ عُثْمَانَ، فَنَزَحَ الْبِئْرَ فَلَمْ يَجِدْهُ

“Cincin Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berada di tangan beliau. Kemudian setelah beliau meninggal dunia, cincin itu berada di tangan Abu Bakar. Setelah Abu Bakar, cincin itu berada di tangan Umar.

Ketika Utsman (menjadi khalifah), ia duduk di sumur Aris. Perawi berkata, ‘Kemudian ia mengeluarkan cincin tersebut dan mulai memainkan-mainkannya, lalu cincin itu terjatuh.’

Perawi berkata, ‘Kami bersama Utsman berusaha mencarinya selama tiga hari. Sumur tersebut kemudian dikuras, tetapi cincin itu tidak ditemukan.’” (Diriwayatkan Imam Bukhari dalam Khalqu Af‘ālil-‘Ibād)

Baca juga: Perlengkapan Jihad Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam

***

Penulis: Firdian Ikhwanysah

Artikel Muslim.or.id

 

Sumber: Syarah Syamail Nabi, karya Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.


Artikel asli: https://muslim.or.id/116447-mengenal-cincin-rasulullah.html