Beranda | Artikel
Teks Khotbah Jumat: Jadilah Rakyat Terbaik
10 jam lalu

Khotbah pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ المُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِيْنِ

قال الله تعالى فى كتابه الكريم

يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

أما بعد

Para jemaah rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menakdirkan manusia sebagai pemimpin di muka bumi. Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menanamkan ilmu menata sosial kemasyarakatan kita. Marilah kita syukuri nikmat Allah yang begitu luas ini dengan ketakwaan. Karena bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat hanyalah ketakwaan. Allah ﷻ berfirman,

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Dan Allah ﷻ juga mewajibkan kepada kita semua untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya. Sehingga tiada jalan yang dapat menutup usia kita dengan selamat, melainkan dengan beriman dengan keimanan yang sesungguhnya.

Dan tidaklah semua ketaatan itu dapat kita lakukan, kecuali karena Allah telah mengutus Rasul-Nya yang agung, Nabi Muhammad ﷺ. Berselawatlah kepadanya, niscaya Allah akan balas 10x lipat bagi kita semua.

Ujian kehidupan dan permasalahan kerakyatan

Keadaan ekonomi dan kehidupan masyarakat kita saat ini tentu memberatkan hati kebanyakan dari kita. Tak sulit menemukan kabar rekan, tetangga, dan saudara yang mengalami himpitan kehidupan saat ini. Para jemaah, ketahuilah! Pergiliran masa jaya dan kehancuran adalah sebuah kepastian, sunnatullah yang mesti terjadi dan tidak dapat dapat ditolak. Allah ﷻ berfirman,

وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).“ (QS. Ali Imran: 140)

Keadaan seperti ini, tentu adalah sebab dari sebagian dosa kita. Allah Ta’ala memberikan takdir terbaik berupa pemimpin yang sesuai dengan keadaan komunitas masyarakatnya. Terdapat suatu ungkapan yang masyhur di kalangan para alim ulama terdahulu,

كَمَا تَكُونُوا يُوَلَّى عَلَيْكُمْ

“Sebagaimana keadaan kalian, demikian pula pemimpin yang akan ditetapkan atas kalian.” [1]

Al-Alusi rahimahullah membawakan perkataan ini ketika menafsirkan sebuah firman Allah ﷻ,

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi wali (pemimpin) bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (QS. Al-An’am: 129)

Janji Allah ﷻ untuk menghadirkan pemimpin negeri yang saleh

Allah ﷻ berfirman dalam surahAn-Nur ayat 55, bahwa Dia ﷻ berjanji,

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh.”

Allah ﷻ menetapkan janji kepada orang yang beriman dan beramal saleh. Perhatikan bagian awal ayat ini sebagai syarat atas terpenuhi janjinya Allah ﷻ yang akan disebutkan setelah ini.

Janji pertama: Memberikan kejayaan dan kepemimpinan

Apa janji Allah ﷻ tersebut? Janji Allah ﷻ adalah janji untuk menjadikan orang beriman dan beramal saleh sebagai pemimpin dan mendapatkan kejayaan. Allah ﷻ berfirman,

لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

“Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka (yakni kaum beriman dan beramal saleh) berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.”

Artinya, sungguh Allah ﷻ sudah pernah mewujudkan janji ini kepada orang sebelum kita. Dan ini mudah bagi Allah ﷻ untuk mengulangnya. (Tafsir Al-Madinah)

Janji kedua: Syiar dan syariat Islam akan berjaya

Tidak hanya kejayaan kepada kaum muslimin, tetapi juga kepada seluruh perangkat agama ini, syiar, dan syariatnya. Allah ﷻ berfirman,

وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ

“Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka.”

Yakni, Allah akan memberi kejayaan bagi agama Islam sebagai agama yang Dia ridai bagi mereka. (Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah)

Janji ketiga: Memberikan rasa aman dan membalikkan rasa takut kepada musuh

Allah ﷻ juga berjanji memberikan keamanan dan ketentraman setelah ketakutan mereka terhadap para musuh. Hal ini jika mereka hanya menyembah Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ

“Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa.”

Percayalah janji Allah ﷻ ini! Ia akan gantikan keadaan ini dengan keadaan yang lebih baik! Syaratnya adalah iman dan amal saleh!

Namun, perhatikanlah syarat yang ditegaskan ulang berikut,

يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ

“Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.”

Ancaman Allah ﷻ kepada mereka yang kufur setelah janji terpenuhi

Allah ﷻ tidak sekadar memberikan janji yang menggembirakan jiwa, tetapi juga syarat dan ancaman kepada kita semua. Nikmat kejayaan itu, jika tidak bisa membuat hati mereka melunak terhadap iman, sungguh itu adalah kerusakan yang teramat. Allah ﷻ berfirman,

وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Dalam Tafsir Al-Muyassar, disebutkan bahwa, “Barangsiapa kafir setelah mengambil alih kekuasaan kaum Musyrikin, keadaan aman, penguasaan dan kekuasaan yang penuh dan mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah keluar dari ketaatan kepada Allah.”

Maka, tugas kita adalah mewujudkan sebab janji Allah ﷻ, yaitu menjadi masyarakat yang beriman dan beramal saleh. Energi yang kita gunakan untuk sibuk mencela pemimpin kita lebih baik kita alihkan kepada upaya memperbaiki diri dan mendidik umat. Biarlah tugas memberikan nasihat tersebut dikerjakan oleh para ahli, justru kebanyakan kita adalah orang yang mendapatkan tugas untuk bersabar dan berdoa kepada Allah ﷻ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah kedua

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى على محمد وعلى آله وأصحابه وأخوانه

Jadilah rakyat terbaik untuk melahirkan pemimpin terbaik

Oleh karena itu, jadilah kita rakyat terbaik agar dapat melahirkan pemimpin yang terbaik. Bagaimana cara menjadi rakyat terbaik? Perhatikanlah wasiat dalam Shahih Muslim (no. 3447) dari ‘Auf bin Malik yang beliau dengar dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun melanjutkan,

وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

“Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka.”

Selanjutnya beliau ditanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ

“Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi mereka?”

فَقَالَ: لَا, مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ. وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلَاتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ, فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ, وَلَا تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Maka beliau bersabda, “Tidak, selagi mereka mendirikan salat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik, maka bencilah tindakannya, dan janganlah kalian melepas dari ketaatan kepada mereka.”

Dari hadis tersebut, kita dapatkan dua pelajaran besar:

Pertama, cara menjadi rakyat terbaik agar dapat melahirkan pemimpin terbaik ada 3, yaitu:

1) Mencintai mereka;

2) Mendoakan mereka;

3) Menjaga ketaatan kepada mereka dalam hal kebaikan.

Kedua, jika kita ditakdirkan Allah ﷻ mendapatkan pemimpin yang buruk, maka lakukanlah hal ini:

1) Sadarilah bahwa itu disebabkan keburukan yang kita lakukan;

2) Bencilah perbuatannya, jangan benci orangnya;

3) Jagalah ketaatan selagi mereka menegakkan salat; dan

4) Berdoa.

Maka berdoalah dengan doa terbaik, termasuk doa Rasulullah yang paling sering dibaca dalam banyak majelisnya yaitu,

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

“Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan pemimpin kami disebabkan dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 3502, dinilai sahih)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطل وارزقنا اجتنابه

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الكُفّار وَالمُشْرِكِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajmain. Akhirud da’wa ‘anilhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Tafsir Al-Muyassar

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah versi tafsirweb.com

Catatan kaki:

[1] Sebagian menyandarkan kepada Imam At-Thurtusi, serta Al-Alusi dalam tafsirnya. Dibawakan pula oleh ulama kontemporer seperti Imam Ibnu Utsaimin dan Ibnu Baz.


Artikel asli: https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html